SELAMAT DATANG TEMAN

SEMOGA SEMUA ISI DALAM BLOG INI BERMANFAAT

Selasa, 31 Mei 2011

BUKU EKONOMI Perilaku Konsumen dan Produsen



Standar kompetensi 2
Memahami Konsep Ekonomi dalam Kaitannya dengan Kegiatan Ekonomi Konsumen dan Produsen

KOMPETENSI DASAR 2.1
Mendeskripsikan Pola Perilaku Konsumen dan Produsen dalam Kegiatan Ekonomi

KOMPETENSI DASAR 2.2
Mendiskripsikan Circulair Flow Diagram

KOMPETENSI DASAR 2.3
Mendeskripsikan Tentang Peran Konsumen dan Produsen




Kata pengantar
Ekonomi merupakan ilmu tentang perilaku dan tindakan manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya yang bervariasi dan berkembang dengan sumberdaya yang ada melalui pilihan – pilihan kegiatan produksi dan konsumsi. Semua hal ini terangkum denagn lengkap dan sederhagn melalui buku ini. Dalam buku ini dijabarkan mengenai pola perilaku konsumen, pola perilaku konsumen,dan diagram arus interaksi antar pelaku ekonomi.
Buku ini disusun sesuai dengan standar isi BSNP ( Badan Standar Nasional Pendidikan).  Dengan demikian, buku ini merupakan sarana penunjang yang tepat untuk belajar dan mempelajari ilmu ekonomi karena buku ini mampu memberikan sejumlah konsep ekonomi khususnya kegitan ekonomi konsumen dan produsen.
Buku ini disusun penulis untuk mempermudah para siswa dalam mempelajari ilmu ekonomi khususnya kegiatan ekonomi konsumen dan produsen. Penyusunan buku ini dirancang dengan berbagai model pembelajaran yang ditunjang dengan gambar-gambar agar memudahkan proses pembelajaran sehingga tidak merasa jenuh dalam mempelajari bab-bab yang terkait. Hal tersebut menjadikan buku ini sebagai buku penunjang pelajaran ekonomi yang wajib dimiliki siswa dan setiap orang yang ingin belajar ilmu ekonomi.


Malang, Mei 2011



Penulis           




DAFTAR ISI

Kata pengantar.....................................................................................................................            I

KD. 2.1................................................................................................................................           4

KD 2.2.................................................................................................................................         26
KD 2.3.................................................................................................................................         37

INDEX

DAFTAR DUSTAKA

KD. 2.1

 




Pola Perilaku Konsumen dan Produsen

KOMPETENSI DASAR 2.1
Mendeskripsikan Pola Perilaku Konsumen dan Produsen dalam Kegiatan Ekonomi
INDIKATOR :
 2.1.1 mengungkapkan kembali pengertian umum dari proses konsumsi
                                                                 2.1.2 Menjelaskan tujuan kegiatan konsumsi
 2.1.3 Menjelaskan pola perilaku konsumen
 2.1.4 Menyebutkan macam nilai
 2.1.5 Menjelaskan macam teori nilai
  2.1.4 Mengungkapkan kembali pengertian umum dari proses produksi
  2.1.5 Menyebutkan faktor – faktor produksi
  2.1.6 Menjelaskan  faktor – faktor produksi
  2.1.7 Menjelaskan pola perilaku produsen

TUJUAN PEMBELAJARAN :
Setelah pembelajaran selesai, peserta didik diharapkan dapat :
2.1.1.1 Mengungkapkan kembali pengertian umum dari proses konsumsi
2.1.2.1 Menjelaskan tujuan kegiatan konsumsi
2.1.3.1 Menjelaskan pola perilaku konsumen
2.1.4.1 Menyebutkan macam nilai
2.1.5.1 Menjelaskan macam teori nilai
2.1.4.1 Mengungkapkan kembali pengertian umum dari proses produksi
2.1.5.1 Menyebutkan faktor – faktor produksi
2.1.6.1 Menjelaskan  faktor – faktor produksi
2.1.7.1 Menjelaskan pola perilaku produsen



KD 2.1
Perilaku Konsumen
S
Sumber: wearemania.co.id
ebelum kita dapat mengetahui pola perilaku konsumen, kita harus mengetahui terlebih dahulu apakah yang dimaksud dengan konsumsi?. Kata konsumsi sudah tidak asing lagi bagi Anda. Bukankah saat  acara peringatan hari besar disekolah maupun dilingkungan masyarakat selalu dibentuk panitia konsumsi?. Jadi menurut anda, apakah benar jika konsumsi diartikan sebagai proses makan dan minum?

1.   
cd
Konsumsi adalah suatu kegiatan menggunakan dan mengurangi kegunaan barang ataupun jasa dalam rangka pemenuhan kebutuhan.
ba

Pengertian Konsumsi
                Kata  konsumsi berasal dari kata consumptio yang berarti menggerogoti hingga habis atau menghabiskan. Dengan begitu makan dan minum dapat dikategorikan sebagai kegiatan konsumsi. Namun kegiatan konsumsi bukanlah hanya mencakup makan dan minum saja, tetapi juga berkenaan dengan kebutuhan pakaian, tempat tinggal, transportasi dan masih banyak lagi karena kebutuhan manusia cenderung bertambah dan beragam.
            Jadi, setiap tindakan manusia dalam memanfaatkan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhannya termasuk dalam kegiatan konsumsi. Namun demikian, kita harus berhati-hati dalam menentukan apakah suatu kegiatan dalam menggunakan suatu benda tersebut termasuk kedalam lingkup konsumsi atau tidak.
Untuk melihat apakah pemakaian suatu benda termasuk kedalam lingkup konsumsi atau produksi, kita dapat melihatnya dari beberapa hal yang menjadi ciri-ciri benda konsumsi berikut.


*     
Tugas 1
Untuk lebih memahami pengertian dan tujuan kegiatan konsumsi, Coba anda cermati kegiatan dibawah ini :
1.        Sebuah rumah yang bagian paviliunnya disewakan, sementara bagian utamanya ditempati oleh pemiliknya.
Kegiatan tersebut tentukan mana yang memiliki peran sebagai konsumsi dan mana yang memiliki peran sebagai produksi!
2.       Apakah batu di sungai termasuk benda konsumsi?
Setelah melakukan pengamatan dalam kegiatan tersebut,cobalah anda buat daftar kegiatan konsumsi anda pada hari ini! Jelaskan tujuan masing-masing kegiatan konsumsimu tersebut!



 Benda-benda yang dikonsumsi adalah benda ekonomi atau benda yang untuk memperolehnya diperlukan pengorbanan. Seperti kegiatan menghirup udara, berjemur pada sinar matahari pagi dan mandi di sungai bukan kegiatan konsumsi karena benda itu didapat secara gratis.
*      Benda yang dikonsumsi ditujukan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Seperti penggunaan ge rgaji, cangkul, mesin-mesin, dan barang-barang modal lainnya yang bertujuan menambah faedah benda tidak dikategorikan ke dalam kegiatan konsumsi.
Manfaat nilai atau jumlah barang yang digunakan tersebut akan habis sekaligus atau berangsur-angsur.
1.      Barang yang nilai gunanya dihabiskan secara berangsur-angsur.
Contohnya Pakaian, sepatu dan televisi
2.      Barang yang nilai gunanya dihabiskan sekaligus.     
Contohnya Makanan, minuman dan obat-obatan.

2.   Tujuan Kegiatan Konsumsi
Coba jelaskan, apa tujuan kamu makan, minum, berpakaian, menonton TV, atau piknik ke pantai? Jawabannya tentu adalah untuk memenuhi kebutuhan. Makan, minum, dan berpakaian adalah untuk memenuhi kebutuhan fisik secara langsung.


Sedangkan menonton TV dan piknik adalah untuk memenuhi kebutuhan rohani. Kedua jenis kebutuhan tersebut dipenuhi secara langsung oleh benda konsumsi. Artinya, benda konsumsi tersebut secara langsung kamu gunakan untuk memenuhi kebutuhanmu.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa kegiatan konsumsi yang dilakukan manusia pada umumnya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan hidup atau untuk memperoleh kepuasan. Selain untuk tujuan konsumsi (menghabiskan kegunaanya), suatu benda juga  dipergunakan sebagai benda produksi. Sebagai contoh, Pak Amir memiliki mobil. Pada hari Senin sampai Jumat, mobil tersebut dipergunakan untuk oleh Pak Amir untuk mengangkut penumpang. Sedangkan pada hari Sabtu dan Minggu, mobil tersebut khusus digunakan untuk keperluan keluarga, seperti berbelanja ke pasar, piknik,  atau jalan-jalan ke mal. Pada hari Sabtu dan Minggu mobil tersebut digunakan untuk kegiatan konsumsi. Namun penggunaan mobil tersebut dari hari Senin sampai dangan Jumat bukanlah untuk tujuan konsumsi, melainkan untuk tujuan menghasilkan uang dan berperan sebagai benda produksi.

3.   Pola Perilaku Konsumen
Masing-masing konsumen merupakan pribadi yang unik. Konsumen yang satu dengan lainnya mempunyai kebutuhan yang berbeda dan perilaku yang berbeda dalam memenuhi kebutuhannya. Namun, dalam perbedaan-perbedaan yang unik itu ada suatu persamaan, yaitu setiap konsumen berusaha untuk memaksimalkan kepuasaannya dalam mengkonsumsi suatu barang.
Sumber: wearemania.co.id
Perilaku konsumen merupakan tindakan–tindakan yang terlibat secara langsung dalam memperoleh, mengkonsumsi, dan membuang suatu produk atau jasa, termasuk proses keputusan yang mendahului dan mengikuti tindakan– tindakan tersebut.
Perilaku konsumen menitikberatkan pada aktivitas yang berhubungan dengan konsumsi dari individu. Perilaku konsumen berhubungan dengan alasan dan tekanan yang mempengaruhi pemilihan, pembelian, penggunaan, dan pembuangan barang dan jasa yang bertujuan untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan pribadi (Hanna & Wozniak, 2001).
cd
Perilaku konsumen merupakan tindakan–tindakan yang terlibat secara langsung dalam memperoleh, mengkonsumsi, dan membuang suatu produk atau jasa, termasuk proses keputusan yang mendahului dan mengikuti tindakan– tindakan tersebut.
ba


Teori perilaku konsumen dapat menjelaskan bagaimana cara seorang konsumen memilih suatu produk yang diyakini akan memberikan kepuasan meksimum dengan dibatasi oleh pendapatan dan harga barang.
Untuk membahas perilaku dalam ilmu ekonomi kita mengenal teori perilaku konsumen, yang terakomodasi dalam pendekatan kardinal dan pendekatan ordinal.
1.      Pendekatan nilai guna (Utility) Kardinal
Pendekatan kardinal juga disebut sebagai pendekatan marginal utility.  Pendekatan Kardinal dalam analisis konsumen didasarkan pada asumsi bahwa tingkat kepuasan yang diperoleh konsumen dari konsumsi suatu barang dapat diukur/dikuantifikasi dengan satuan tertentu, seperti uang, jumlah atau buah.
Semakin besar jumlah barang yang dikonsumsi, semakin besar pula tingkat kepuasan konsumen.Konsumen yang rasional akan berusaha memaksimukan kepuasaannya dengan pendapatan yang dimilikinya.
Beberapa pakar ekonomi telah mengembangkan gagasan mengenai konsep nilai guna. Seperti dari hasil penelitian Herman Heinrich Gossen mengenai nilai guna total (Total Utility) dan nilai guna marjinal (Marjinal Utility) yang terkandung dalam Hukum Gossen I dan Hukum Gossen II.




1.    Hukum Gossen I
Menurut penelitian Herman Heinrich Gossen, Pemenuhan kebutuhan Akan  suatu barang dilakukan secara terus menerus, kenikmatan dari mengkonsumsi barang tersebut mula-mula semakin  tinggi, namun setiap tambahan satu unit barang akan membuat tambahan  kenikmatan  menurun sampai akhirnya akan mencapai titik jenuh (mencapai titik nol).
2.   Hukum Gossen II
Mengingat sumber daya yang terbatas, pemenuhan kebutuhan primer akan lebih tinggi tingkat kepuasaannya daripada pemenuhan kebutuhan sekunder. Demikian pula pemenuhan kebutuhan sekunder lebih tinggi tingkat kepuasaan/kegunaannya daripada kebutuhan mewah atau kebutuhan tersier.
2.      Pendekatan Ordinal
Pendekatan ordinal mengasumsikan bahwa konsumen mampu meranking/membuat urutan-urutan kombinasi barang yang akan dikonsumsi berdasarkan kepuasan yang akan diperolehnya tanpa harus menyebutkan secara absolut. Pendekatan ordinal digunakan dengan menggunakan analisis kurva indiferensi. Kurva indiferensi adalah kurva yang menunjukkan berbagai titiktitik kombinasi dua barang yang memberikan kepuasan yang sama. Mengukur kepuasan konsumen dengan pendekatan kurva indiferensi didasarkan pada 4 (empat) asumsi, yakni :
§  Konsumen memiliki pola preferensi akan barang-barang konsumsi yang dinyatakan dalam bentuk peta indiferensi.
§  Konsumen memiliki dana dalam jumlah tertentu.
§   Konsumen selalu berusaha untuk mencapai kepuasan maksimum.
§  Semakin jauh dari titik origin, maka kepuasan konsumen semakin tinggi.









Karakteristik Kurva Indiferensi

Kurva indiferensi memiliki karakteristik atau ciri-ciri umum sebagai berikut:
Ø  Memiliki kemiringan yang negatif
Bila jumlah suatu barang dikurangi maka jumlah barang yang lain harus ditambah agar dapat memperoleh tingkat kepuasan yang sama.
Ø  Tidak dapat berpotongan
Perpotongan antara dua kurva indiferensi tidak mungkin terjadi.
Ø  Cembung terhadap titik nol

cd
Produksi adalah setiap kegiatan yang ditujukan untuk menghasilkan barang dan jasa. Dalam pengertian yang lebih luas, produksi didefinisikan sebagai setiap tindakan yang ditujukan untuk menciptakan atau menambah ‘nilai’ guna suatu barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan manusia.
ba

Perilaku Produsen
D
Ahulu pada zaman purba , barang - barang yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan hidup dapat diambil begitu saja dari alam tanpa mengeluarkan pengorbanan yang berarti. Hal ini dapat berlangsung karena barang yang tersedia jauh melebihi yang diperlukan penduduk pada zaman itu. Belum lagi kenyataan bahwa pada saat itu kebutuhan manusia masih sangat sederhana.
Namun, setelah mengalami perubahan – perubahan zaman yang memicu banyak terjadinya perubahan dalam berbagai bidang, manusia dihadapkan pada kenyataan bahwa barang yang mereka butuhkan jauh melampaui sumber daya alam yang ada. Bahkan seringkali barang yang mereka butuhkan dari alam tidak dapat langsung mereka gunakan melainkan harus melalui proses produksi. Jadi, apakah  yang dimaksud dengan produksi?



1)     
Tugas 1
Untuk lebih memahami pengertian dan tujuan produksi, Coba anda tentukan kegiatan berikut ini yang merupakan kegiatan produksi:
  1. Tuan Dhava mengendarai mobil pribadinya.
  2. Ibu Dewi membuka usaha Kripik Tempe.
  3. Perusahaan pengebor minyak yang terdapat di lepas pantai laut Jawa.
  4. Arif sebelum berangkat sekolah sarapan pagi terlebih dahulu.
  5. Pak Ridhuan menanam ketela pohon di kebunnya.
  6. Petani menanam padi di sawah

Pengertian Produksi
Sumber : google/search
Produksi dapat kita lihat dimana saja. Produksi yang paling sederhana adalah seseorang membuka salon kecantikan di rumahnya. Ia sudah dapat mendapat penghasilan dari salonnya tersebut. Inilah yang dimaksud dengan produksi, seseatu yang berkaitan dengan penambahan nilai guna suatu objek. Nilai guna yang ditambahkan dalam contoh diatas adalah bagaimana sebuah rumah tidak hanya digunakan sebagai tempat tinggal namun dapat berfungsi juga untuk menghasilkan pendapatan bagi pemiliknya.
2)   Tujuan Produksi
Dari pengertian tersebut, jelas bahwa kegiatan produksi mempunyai tujuan yang meliputi:
*      Menghasilkan barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan konsumen
*      Meningkatkan nilai guna barang atau jasa.
*      Meningkatkan kemakmuran masyarakat.
*      Memperoleh  keuntungan sebesar - besarnya.
*      Memperluas lapangan usaha.
*      Menjaga kesinambungan usaha perusahaan.
*      Memenuhi kebutuhan rumah tangga produksi maupun rumah konsumsi
*      Memenuhi kebutuhan sesuai perkembangan zaman dan kemajuan teknologi serta penduduk yang semakin meningkat.
*      Memacu tumbuhnya usaha produksi lain sehingga dapat menyerang pengangguran.
*       Meningkatkan pendapatan masyarakat atau pendapatan Negara.
*      Memproduksi barang-barang ekspor berarti meningkatkan sumber devisa Negara.
3)    Faktor – faktor Produksi
Dalam mewujudkan barang dan jasa, penggunaan faktor – faktor produksi harus dikombinasikan sebaik mungkin sehingga memperoleh produk yang efisien.
Kegiatan produksi tentunya memerlukan unsur -  unsur yang dapat digunakan dalam proses produksi. Unsur – unsur ini meliputi Sumber Daya Alam, tenaga manusia, modal, dan kewirausahaan. Semua unsur – unsur tersebut dinamakan faktor produksi. Jadi, Faktor produksi adalah semua unsur yang menopang usaha penciptaan nilai atau usaha memperbesar barang dan jasa.


A.   Faktor Produksi Sumber Daya Alam ( Natural resources)
Sumber Daya Alam adalah segala sesuatu yang di sediakan oleh alam dan dapat dimanfaatkan manusia untuk memenuhi kebutuhannya. Sumber Data Alam disini meliputi segala sesuatu yang ada dalam Bumi, seperti:
ü  Tanah             
ü  Tumbuhan
ü  Hewan
ü  Air
ü  Dsb







B.  
Tugas 2 :
Untuk lebih memahami perilaku produksi, bentuklah kelompok yang terdiri atas 5 siswa dan adakan kunjungan ke home industry skala menengah disekitar rumah anda. Buatlah catatan per kelompok tentang :
1.         Produk yang dihasilkannya
2.       Sistem kerja dan upah buruh yang ditetapkan oleh home industry tersebut
3.       Sistem pembuangan limbahnya
4.       Pengaruh keberadaan home industry tersebut terhadap masyarakat sekitar

Hasil catatan itu akan didiskusikan di kelas dan buatlah kesimpulan apakah home industry tersebut telah mempunyai perilaku yang mengutamakan kepentingan masyarakat.

Faktor Produksi Tenaga Kerja ( Labour )
Tenaga kerja yang dimaksudkan disini adalah semua tenaga manusia termasuk kemampuan fisik, mental, keterampilan dan keahlian yang dapat disumbangkan untuk memngkinkan dilakukannnya proses produksi barang atau jasa.
Tenaga kerja menurut kemampuannya di bedakan menjadi:
*      Tenaga kerja terdidik (Skilled Labour)
Adalah tenaga kerja yang memperoleh pendidikan baik formal maupun non formal. Contohnya akuntan, guru, dokter, peneliti,dan pengacara.
*      Tenaga kerja terlatih (Trained labour)
Adalah tenag kerja yang memperoleh keahliandari pengalaman dan keahlian. Contohnya sopir, teknisi, montir,dan tukang kayu.
*      Tenaga kerja tidak terdidik dan tidak terlatih (unskilled and untrained labour)
Adalah tenaga kerja yang mengandalkan kekutan jasmani  daripada pendidikan dan pelatihan terlebih dahulu. Contohnya tukang sapu, pemulung, buruh tani, buruh kasar dan pesuruh.


C.   Faktor Produksi Modal (Capital)


Dalam hal ini modal bukan hanya berupa uang, namun modal yang dimaksudkan disini adalah barang – barang modal maupun uang yang digunakan untuk memproduksi barang lebih lanjut.
Sebagai contoh, nelayan tidak dapat mengambil ikan dengan uang namun uang dapat digunakan untuk membeli jala yang dapat digunakan untuk mngambil ikan. Jadi, terbukti bahwa selain modal dalam bentuk uang, kita juga membutuhkan apa yang dinamakan barang – barang modal.
D.     Faktor Produksi Kewirausahaan (Enterpreneurship)
Faktor ini mengambil peranan penting dalam proses produksi. Hal ini disebabkan karena walaupun factor tanah sudah tersedia, modal sudah dimiliki, tenaga kerja lengkap dan siap melaksanakan tugas masing – masing, tetapi jika tidak dipimpin dan di organisasi oleh seorang yang ahli dan berpengalaman maka apa yang direncanakan tidak akan tercapai. Maka dari itu, seorang pengusaha harus memiliki keahlian untuk menunjang bakat dan kemampuannya.
Pengusaha sebagai pemicu proses produksi harus memliki kemampuan untuk mengatur dan mengkombinasikan faktor  - faktor produksi dalam rangka meningkatkan kegunaan barang atau jasa secara efektif dan efisien.
Sebagai contoh, ada dua Negara yang memiliki tiga factor produksi yang sama (SDA, tenaga kerja, dan modal), tetapi hanya salah satu diantaranya berproduksi lebih baik karena ia memiliki kapasitas entrepreneurship yang lebih baik daripada Negara yang lain.
4.    Pola Perilaku Produsen
a.    Produksi jangka pendek
Produksi jangka pendek berarti terdapat satu faktor produksi yang bersifat tetap sedangkan faktor produksi lainnya bersifat variabel (berubah - ubah). Dalam hal ini jangka pendek dan jangka panjang tidak terkait dengan lamanya waktu yang digunakan dalam proses produksi suatu barang, tetapi lebih kepada sifat factor produksi yang digunakan.
a)      Fungsi Produksi
Adalah hubungan teknis antara factor produksi dengan barang produksi yang dihasilkan dalam proses produksi. Produk sebagai output  dari proses produksi sangat tergantung pada faktor produksi sebagai input dalam proses produksi tersebut. Hubungan antara faktor produksi dengan produk dapat digambarkan sebagai berikut :
Input:
1.       SDA
2.       SDM
3.       Modal
4.       Pengusaha
Proses Produksi
Output :
Barang dan Jasa
 






Apabila salah satu factor produksi sebagai input mengalami perubahan, maka output akan berubah sesuai dengan besar kecilnya pengaruh factor produksi yang bersangkutan terhadap outputnya.




b)      Hukum Tambahan Hasil yang Menurun (The Law of Diminishing Return)
Hukum ini menggambarkan apabila factor produksi yang dapat diubah jumlahnya misalnya tenaga kerja terus menerus ditambah sebanyak satu unit, pada mulanya produksi total akan semakin banyak pertambahannya. Akan tetapi sesudah mencapai tingkat tertentu, produksi tambahan akan makin berkurang dan akhirnya mencapai nilai negatif. Ini menyebabkan pertambahan produksi total semakin lambat dan akhirnya mencapai tingkat yang maksimum kemudian menurun.
Dalam produksi jangka pendek, salah satu factor produksi bersifat tetap, sedangkan fakor produksi lainnya variable. Dalam hal ini akan  dijumpai kenaikan produksi total yang akan berkurang seiring dengan pertambahan faktor produksi variable ditambah secara terus menerus.
Faktor Produksi Tetap  (Tanah )
Faktor Produksi Variabel (Tenaga Kerja)
Produksi
Total Padi
Tambahan Hasil (Produksi Marginal)
1
0
0
-
1
1
8
8
1
2
18
10
1
3
30
12
1
4
45
15
1
5
55
10
1
6
63
8
1
7
70
7
1
8
70
0
1
9
60
- 10
1
10
50
- 10
TABEL 1.  TAMBAHAN HASIL PRODUKSI PADI
 


            Berdasarkan Tabel 1 diatas, dapat disimpulkan bahwa pertambahan produksi total ini semakin sedikit seiring terus terjadinya pertambahan tenagan kerja. Namun, jumlah pertambahan produksi total (produksi marginal) ini semakin sedikit. Pada saat ada satu tenaga kerja, produksi total yang dihasilkan adalah delapan. Jika tenaga kerja ditambah menjadi dua orang, produksi total meningkat menjadi 18, berarti produksi marginal sebanyak 10.
Tambahan produksi ini biasa disebut produksi marginal tenaga kerja, yaitu tambhan produksi akibat bertambahnya satu satuan tenaga kerja.  Dari tabel tersebut juga diketahui bahwa sifat dari produksi marginal adalah pada awalnya meningkat sejalan dengan meningkatnya produksi total dan mencapai puncaknya saat produksi total mencapai titik maksimum. Setelah mencapai puncaknya, produksi marginal akan terus menurun bahkan bisa mencapai angka negatif
Hukum yang diungkapkan oleh J. Turgot ini berbunyi :
“Apabila faktor variabel ditambah dengan tambahan yang sama secara terus menerus terhadap factor produksi tetap, maka hasil produksi seluruhnya akan bertambah hingga pada tingkat tertentu, kemudian hasil itu akan berkurang”

b.    Produksi Jangka Panjang
Produksi dalam jangka panjang bukan berarti proses produksi yang dilakukan membutuhkan waktu yang panjang. Jangka panjang yang dimaksudkan dalam artian ini adalah semua variable yang digunakan dalam produksi berubah – ubah.



Perilaku Produsen yang Mengutamakan Kepentingan Masyarakat
Kemajuan dan kesuksesan suatu bisnis tergantung pada etos kerja dan etika para pelaku bisnis. Selain emngejar keuntungan, pelaku bisnis juag perlu menanamkan kepercayaan kepada pelanggan. Perhatikan contoh kasus berikut :
Sebuah butik membuat baju yang dipesan pelanggannya. Agar tidak mengecewakan pelanggannya, ia membeli bahan berkualitas di pasar tradisional Tanah Abang. Untuk mengerjakannya, diserahkan pada dua orang pegawainya yang sudah profesional. Setelah jadi baju itu dijualnya dengan harga yang pantas.
Dari kasus diatas, jawablah pertanyaan berikut :
  1. Apa alasannya pemilik butik memilih bahan di Pasar Tradisional bukan di Plaza
  2. Pemilik menugaskan 2 orang pekerjanya yang sudah professional. Apa yang diharapkan pemmilik butik terhadap tindakannya itu?
  3. Mengapa pemilik butik tidak menjual baju dengan harga tinggi , padahal baju itu pasti dieli oleh pemesannya?
Dari ketiga pertanyaan itu kesimpulan apa yang anda dapatkan dari perilaku pemilik butik sebagai produsen? Kemukakan jawaban anda.


GLOSARIUM

*      Biaya (cost) : pengorbanan untuk mendapatkan suatu tujuan.
*      Consumption : Menggerogoti hingga habis atau menghabiskan.
*      Faktor produksi : segala sesuatu yang dibutuhkan produsen sebagai input untuk memproduksi suatu barang.
*      Utility : Derajat seberapa besar sebuah barang atau jasa dapat  memuaskan kebutuhan seseorang.
*      Kebutuhan tersier : kebutuhan untuk menaikkan status sosial dan gengsi seseorang, dipenuhi setelah terpenuhinya.
*      Kurva indiferensi : kurva yang menunjukkan berbagai titik kombinasi dua barang yang memberikan kepuasan yang sama.
*      Modal : segala sumber daya hasil produksi yang tahan lama, yang dapat digunakan sebagai input produktif dalam proses produksi selanjutnya.
*      Nilai guna : ukuran kepuasan dari penggunaan barang dan jasa.


RANGKUMAN
·         Faktor produksi adalah semua unsur yang menopang usaha penciptaan nilai atau usaha memperbesar barang dan jasa.
·         Fungsi produksi adalah hubungan teknis antara factor produksi dengan barang produksi yang dihasilkan dalam proses produksi.
·         Hukum Gossen I (Tentang kepuasan maksimum) berbunyi Jika pemenuhan kebutuhan akan suatu jenis barang dilakukan secara terus menerus, maka rasa nikmatnya mula-mula akan tinggi, namun semakin lama kenikmatan tersebut semakin menurun sampai akhirnya mencapai batas jenuh.
·         Hukum Gossen II (Tentang pemerataan kepuasan) berbunyi Konsumen akan mengkonsumsi sedemikian rupa sehingga nilai guna marjinal setiap barang dan jasa yang dikonsumsi akan sama.
·         Hukum Tambahan Hasil yang Menurun (The Law of Diminishing Return) berbunyi : Apabila faktor variabel ditambah dengan tambahan yang sama secara terus menerus terhadap factor produksi tetap, maka hasil produksi seluruhnya akan bertambah hingga pada tingkat tertentu, kemudian hasil itu akan berkurang.

·         Konsumsi adalah suatu kegiatan yang bertujuan untuk mengurangi atau mengahbiskan faedah suatu barang dalam rangka pemenuhan kebutuhan.

·         Pendekatan kardinal tentang perilaku konsumen menyatakan bahwa konsumsi barang dapat diukur/dikuantifikasi dengan satuan tertentu.


·         Pendekatan ordinal tentang perilaku konsumen menyatakan bahwa konsumsi barang tidak dapat diukur, melainkan dibuat peringkatnya menurut preferensi. Pendekatan ordinal menggunakan kurva indiferensi untuk menjelaskan preferensi konsumen tersebut.
·         Produksi adalah setiap kegiatan yang ditujukan untuk menghasilkan barang dan jasa. Dalam pengertian yang lebih luas, produksi didefinisikan sebagai setiap tindakan yang ditujukan untuk menciptakan atau menambah ‘nilai’ guna suatu barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan manusia.
·         Proses produksi adalah proses penggabungan dan proses pembentukan berbagai input menjadi output.

EVALUASI
Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat!
1.      Produksi adalah kegiatan . . . .
a.       yang ditujukan untuk menghasilkan barang dan jasa
b.      menambah faedah suatu barang sehingga lebih bermanfaat
c.       memasukan input dalam proses produksi agar lebih bermanfaat untuk kehidupan
d.      merekayasa suatu barang agar sesuai dengan bentuk yang di inginkan
e.      menghasilkan barang-barang modal
2.      Yang termasuk  tujuan produksi adalah . . . .
a.      memperoleh pelanggan                                       d.   membuat barang mahal
b.      menghasilkan barang atau jasa                           e.   menjadi kaya
c.       menghasikan uang
3.      Tenaga kerja yang memerlukan pendidikan tertentu sehingga memiliki keahlian di bidangnya disebut . . . .
a.    tenaga kerja berprestasi                                        d.   tenaga kerja terdidik
b.    tenaga kerja terlatih                                              e.   tenaga kerja cekatan
c.    tenaga kerja terampil



4.      Pada periode produksi jangka pendek . . . .
a.    semua faktor produksi bersifat variabel
b.    semua faktor produksi bersifat tetap
c.    minimal ada satu faktor produksi tetap, dan yang lain adalah faktor produksi variabel
d.    faktor produksi modal tidak perlu
e.    perluasan produksi yang tidak mungkin di laksanakan
5.      Pada periode jangka panjang . . . .
a.    semua faktor produksi bersifat tetap
b.    perluasan produksi dengan cara intensifkasi sulit di lakukan
c.    peranan faktor produksi kewirausahaan sangat dominan
d.    semua faktor produksi bersifat variabel
e.    hukum the law diminishing return tidak berlaku
6.      Hubungan teknis antara factor produksi dengan barang produksi yang dihasilkan dalam proses produksi adalah . . . .
a.    fungsi penjualan                                                     d.   fungsi produksi
b.    fungsi pembelian                                                    e.   fungsi konsumsi
c.    fungsi distribusi
7.      Hukum tambahan hasil yang menurun dikemukakan oleh . . . .
a.    David Ricardo                                                         d.  Roy Alen
b.    John Locke                                                              e.  Gossen
c.    J. Turgot
8.      Berikut yang tidak termasuk faktor produksi adalah . . . .
a.    tanah                                                                      d.  gedung
b.    tenaga kerja                                                           e.  skill
c.    modal






9.      Contoh tenaga kerja yang tidak terdidik adalah . . . .
a.    pelayan restoran
b.    tukang sapu
c.    dokter
d.    pengacara
e.    montir
10.  Tujuan mempelajari perilaku konsumen adalah . . . .
a.      Agar produsen mengetahui preverensi konsumen dalam mengatasi kelangkaan
b.      Agar produsen memberi jalan keluar kepada konsumen untuk mengatasi kelangkaan
c.       Agar produsen dapat memberi hadiah pada konsumen yang paling banyak melakukan pembelian
d.      Agar produsen mengetahui apa yang akan di produksi dan berapa jumlahnya
e.      Agar produsen mengetahuai bagaimana mengalirkan sumber daya faktor-faktor produksi pada pemerintah
11.  Selain mengejar keuntungan, pelaku bisnis juga perlu . . . .
a.      menjual saham pada perusahaan lain
b.      menjalin rasa kekeluargaan
c.       menanamkan kepercayaan pada pelanggan
d.      membeli mesin baru
e.      memotivasi pekerja
12.  Nilai guna marjinal adalah . . . .
a.      Batas barang yang digunakan sampai terdapat kejenuhan dalam penuasan konsumsi
b.      Jumlah seluruh kegunaan dari pemakaian suatu barang dalam tindakan konsumsi
c.       Tambahan kepuasan yang dinikmati oleh konsumen dari setiap tambahan barang atau jasa yang dikonsumsinya
d.      Kepuasan yang dijumlahkan atas penggunaan beberapa barang
e.      Tambahan output yang dihasilkan dari setiap tambahan satu unit faktor produksi variabel
13.  Jika pemuasan kebutuhan atau suatu barang dilakukan secara terus menerus maka rasa nikmatnya mula-mulai tinggi namun makin lama kenikmatan tersebut makin turun sampai akhirnya mencapai batas jenuh. Hukum ini dikemukakan oleh . . . .
a.      Gossen                                                       d.   David Richardo
b.      Marshall                                                    e.   John Locke
c.       Adam Smitt
14.  Kurva indeferensi adalah kurva . . . .
a.      Yang memuat nilai nilai utulitas secara kuantitatif
b.      Yang menunjukkan hubungan berbagai titik kombinasi dua barang yang memberi kapuasan yang sama
c.       Yang menggambarkan urutan tingkat kepuasa penggunaa yang dilakukan secara terus menerus
d.      Yang menggabrkan kepuasan total dan tingkat kepusasan marjinal
e.      Yang memperlihatkan perbedaan kepusan total dan kepusan marjinal
15.  Suatau tindakan untuk mengurangi/menghabiskan kegunaan barang atau jasa disebut . . . .
a.      Infestasi                                                                 d.  produksi
b.      Inovasi                                                                   e.  Distribusi
c.       konsumsi

  1. Isilah titik-titik dibawah ini sehingga menjadi pernyataan yang benar!
1.    Kegiatan produksi akan menghasilkan . . . dan . . .
2.    Demi meningkatkan . . . maka dilakukan kegiatan produksi
3.    Tenaga kerja  . . . adalah tenaga kerja yang memperoleh pendidikan baik formal maupun non formal
4.    Teori The Law of Diminishing Return di kemukakan oleh . . .
5.    . . . pada proses produksi akan mempengaruhi output





  1. Jawablah pertanyaan berikut!
1)      Jelaskan pengertian produksi!
2)      Sebutkan macam-macam tujuan produksi!
3)      Jelaskan faktor produksi tenaga kerja!
4)      Analisis tentang faktor produksi sebagai input yang mengalami perubahan! Apa yang terjadi ?
5)      Apakah pebedaan produksi jangka panjang dan produksi jangka pendek!
6)      jelaskan pengertian konsumsi menurut pendapat anda!
7)      sebutkan tujuan dari kegiatan konsumsi!
8)      apa yang dimaksud dengan barang yang dikonsumsi?jelaskan!
9)      apakah barang yang dikonsumsi bisa habis? Jelaskan!
10)  berikan contoh barang konsumsi yang bisa habis dalam sekali pakai!




S E L A M A T    M E N G E R J A K A N  ! !













Tidak ada komentar:

Poskan Komentar